Lulur organik menjadi populer di kalangan wanita yang mencari solusi alami untuk merawat kulit tubuh mereka. Namun, karena semakin populernya produk kecantikan alami, semakin banyak juga produk yang memasarkan dirinya sebagai "organik" padahal sebenarnya tidak sepenuhnya organik.Berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu Anda membedakan lulur organik dan non-organik:
- Bahan-bahan: Lulur organik terbuat dari bahan-bahan alami yang bebas dari bahan kimia berbahaya seperti paraben, sulfat, dan pewarna buatan. Pastikan untuk membaca label dengan teliti untuk memastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan memang benar-benar organik.
- Sertifikasi: Produk organik biasanya dilengkapi dengan sertifikasi dari badan pengawas seperti USDA atau EcoCert. Sertifikasi ini menjamin bahwa produk tersebut memenuhi standar organik yang ditetapkan oleh badan pengawas.
- Harga: Lulur organik cenderung lebih mahal dibandingkan dengan lulur non-organik karena bahan-bahan alami yang digunakan cenderung lebih sulit didapatkan dan diproses. Jadi, jika harga lulur terlalu murah, mungkin itu bukan lulur organik.
- Aroma: Lulur organik biasanya tidak mengandung pewangi sintetis, sehingga aromanya tidak sekuat lulur non-organik yang menggunakan pewangi buatan. Aroma lulur organik lebih alami dan ringan.
- Kandungan: Lulur organik cenderung mengandung bahan-bahan yang lebih banyak dan lebih bermanfaat bagi kulit tubuh seperti minyak esensial, vitamin, dan antioksidan. Sedangkan lulur non-organik cenderung mengandung bahan-bahan kimia yang kurang baik untuk kulit.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, Anda dapat lebih mudah membedakan lulur organik dan non-organik. Pastikan untuk memilih produk yang cocok dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda untuk hasil yang maksimal.
